Pentingnya Kesehatan gigi pada anak Usia dini
Pengenalan dan perawatan kesehatan gigi secara dini adalah
sangat penting, mengingat banyak anak dengan tingkat frekwensi karies
atau lubang yang cukup tinggimasih banyak yang belum tertangani.
Kelainan pada rongga mulut dapat dideteksi sedini mungkin sehingga
dapat dilakukan suatu perawatan sederhana yang memungkinkan anak dapat
menerima perawatan gigi. Pengenalan dan perawatan kesehatan gigi anak
sejak dini merupakan sesuatu hal yang kadang-kadang menimbulkan rasa
kekhawatiran pada setiap ibu. Para ibu mempunyai kekhawatiran bagaimana
cara mempersiapkan pada saat kunjungan pertama untuk perawatan gigi.
Dalam perawatan ke dokter gigi seharusnya anak sudah mulai dikenalkan
kepada dokter gigi, perawat gigi dan lingkungan di sekitar ruang
pemeriksaan gigi. Anak sudah bisa dikenalkan perawatan gigi pada usia
18 bulan dan dapat dilakukan perawatan pada usia 2-3 tahun dengan
harapan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak bisa lebih terjaga dan
termonitor. Selain itu para ibu juga merasakan kekhawatiran apabila
telah melihat ada kelainan pada gigi anaknya. Rasa khawatir tersebut
dapat ditanggulangi dengan cara mempersiapkan para ibu dalam mengambil
langkah-langkah apa yang dapat dilakukan di dalam mengenalkan perawatan
gigi pada anaknya serta menambah pengetahuan para ibu mengenai
kelainan-kelainan pada gigi dan mulut anak yang sering ditemukan. Mulut
merupakan pintu gerbang pertama di dalam sistem pencernaan. Makanan dan
minuman akan diproses di dalam mulut dengan bantuan gigi-geligi, lidah,
dan saliva. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu
upaya meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya
makanan dan minuman tetapi fungsi mulut lebih dari itu dan tidak banyak
orang menyadari besarnya peranan mulut bagi kesehatan dan kesejahteraan
seseorang. Oleh karena itu kesehatan gigi dan mulut sangat berperan
dalam mengurangi frekwensi karies gigi. Kecenderungan para ibu pada
umumnya datang ke dokter gigi membawa anaknya pada kondisi sakit dan
rewel sehingga akan menyulitkan dalam melakukan tindakan perawatan gigi.
Kunjungan pertama adalah hal yang paling penting untuk dilakukan karena
pada umumnya kunjungan pertama pada umumnya anak lebih dapat menerima
perawatan gigi. Dan seharusnya dalam kunjungan pertama ke dokter gigi
anak harus selalu didampingi orang tua. Trauma perawatan sebelumnya
akan lebih menyulitkan perawatan gigi lanjutan. Tugas utama dokter gigi
anak adalah merubah pola prilaku anak yang pada awalnya takut akan
perawatan gigi akan menjadi sesuatu hal yang menarik sehingga
didapatkan kesehatan gigi yang optimal terutama pada anak.
Instruksi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di rumah telah banyak
disusun oleh para ahli. Program tersebut menekankan pada pencegahan
terjadinya karies. Oleh karena masih banyak para orang tua yang
beranggapan bahwa geligi susu hanya sementara dan akan diganti oleh
geligi tetap sehingga mereka tidak memperhatikan mengenai kebersihan
geligi susu. Penerapan instruksi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
sebaiknya telah dimulai sejak bayi masih di dalam kandungan, sehingga
orang tua akan lebih siap di dalam melakukan instruksi tersebut.
Peran serta orang tua sangat diperlukan di dalam membimbing, memberikan
pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak agar
anak dapat memelihara kebersihan gigi dan mulutnya. Selain itu orang
tua juga mempunyai peran yang cukup besar di dalam mencegah terjadinya
akumulasi plak dan terjadinya karies pada anak. Pengetahuan orang tua
sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung
atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak. Pengetahuan
tersebut dapat diperoleh secara alami maupun secara terencana yaitu
melalui proses pendidikan. Orang tua dengan pengetahuan rendah mengenai
kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor predisposisi dari perilaku
yang tidak mendukung kesehatan gigi dan mulut anak. Proses pelaksanaan
instruksi kebersihan gigi dan mulut membutuhkan serangkaian proses yang
dapat dimulai dengan mengajarkan orangtua atau pengasuh. Teknik
penerapan upaya ini sesuai dengan perkembangan kemampuan motorik dan
kecerdasan anak. Berbagai sikap dan perilaku anak akan muncul pada saat
dimulainya proses ini. Namun demikian anak akan mudah menyesuaikan
apabila telah terjalin komunikasi yang interaktif antara anak dengan
orang tua atau pengasuh. Prilaku merupakan suatu aktifitas manusia yang
sangat mempengaruhi pola hidup yang akan dijalaninya. Proses
pembentukan prilaku yang diharapkan memerlukan waktu serta kemampuan
dari para orangtua di dalam mengajarkan anak. Oleh karena itu bila pola
hidup yang dijalaninya merupakan pola hidup yang sehat maka perilaku
yang akan diterapkan di dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut pun
merupakan pola hidup yang sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar