Bab I Pendahuluan
1.1Latar belakang:
Kebanyakan
warga negara Indonesia tidak sadar dengan kesehatan seperti makan
sembarangan, terlalu banyak aktivitas sehingga kurangnya istirahat, dan
merekatidak pernah melakukan olahraga. Padahal makan makanan bergizi,
istirahat yang cukupdan berolahraga itu adalah kunci untuk menjaga
kesehatan.
Kita
akan sadar jika kesehatan itusangat penting pada saat kita terkena
penyakit. Sebenarnya kita bisa menghindari penyakit itu jika kita
peduli dengan kesehatan kita. Kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena kesehatan itu merupakan anugerah yang terindah yang diberi oleh Tuhan.
Kesadaran
akan pentingnya kesehatan meliputi berbagai hal, mulai dari pencegahan
sampai dengan penanganan penyakit. Masyarakat menilai tingkat kesadaran
yang bervariasi untuk masing-masing jenis kesadaran. Pada kesempatan
ini akan dibahas hanya dua aspek yaitu:
1.2Permasalahan
- Kurangnyakesadaran masyarakat tentang pentingnyakesehatan dilingkungan
- Kurangnya kesadaran masyarakat bagaimana cara pemakaian obat
Bab II Pembahasan
2.1Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnyakesehatan di lingkungan
Tujuan
program Idonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang optimal. Salah satu indikator keberhasilan program
adalah penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup
sehat serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan dan fasilitas
kesehatan yang bermutu.
Faktor
kesehatan lingkungan meliputi kebersihan (termasuk pengelolaan sampah),
tersedianya udara yang sehat, dukungan tumbuhan penyegar, dan
sebagainya.
Kesadaran masyarakat
menjaga kesehatan diri dan lingkungan masih rendah. Rendahnya kesadaran
itu, karena berbagai faktor, diantaranya faktor ekonomi dan
ketidaktahuan bagaimana cara hidup sehat.
Menkes
menjelaskan hal ini terlihat berdasarkan riset kesehatan dasar
(riskesdas) tahun 2007, rumah tangga yang tidak menggunakan fasilitas
buang air besar sebesar 24,8 persen, tidak memiliki saluran pembuangan
air limbah sebesar 32,5 persen.
Walaupun kenyataannya
seperti itu, terlihat ada kecendrungan positif kearah pencapaian
peningkatan lingkungan sehat, seperti rumah tangga yang mempunyai akses
air bersih 57,7 persen dan rumah tangga mempunyai akses sanitasi yang
baik sebesar 63,3 persen. Untuk mendorong masyarakat tentang kesadaran
hidup sehat, maka harus ada solusi. Maka dari itu kita harus menjaga,
merawat dan memperbaiki lingkungan di sekitar kita.
2.2Kurangnya kesadaran masyarakat bagaimana cara pemakaian obat
Banyaknya obat
yang dijual bebas memicu pemakaian obat yang kurang rasional oleh
masyarakat. Akibatnya, bukannya sembuh, justru terjadi alergi terutama
pada kulit sebagai efek samping yang sebenarnya tidak dikehendaki.
Tanpa penanganan medis yang tepat, kelainan kulit karena alergi obat
itu juga dapat berakibat fatal, sampai menyebabkan kematian. Selain
menyebabkan kematian, kesalahan dalam penggunaan obat bisa menyebabkan
kelainan kulit yang disebabkan oleh alergi obat agar tidak terjadi
kekeliruan dalam mendiagnosis.Pemakaian obat tradisional atau jamu yang sekarang ini banyak dicampur dengan obat (modern) juga sangat berisiko menyebabkan kelainan kulit berupa alergi yang sering disebut allergic drug reaction. Namun, efek obat yang tidak dikehendaki itu tidak selalu bersifat alergik, bisa juga tidak alergik. Oleh karena itu penting sekali untuk memperhatikan dasar-dasar diagnosis kelainan kulit karena alergi obat.
Pada pemakain obat bukan hanya masyarakat yang harus berhati-hati tetapi dokter juga turut aktif. Dokter hendaknya sangat hati-hati dalam memberikan obat kepada pasien yang datang dengan keluhan, yang kemudian didiagnosis sebagai kelainan kulit. Harus diingat, kelainan yang dialami pasien itu dipicu oleh alergi obat.
Sebagai contoh munculnya penyakit baru akibat pemakaian obat akan diilustrasikan hal tersebut pada kulit.
Bentuk kelainan dapat
bermacam-macam. Alergi terhadap satu macam obat dapat memberi gambaran
klinis yang beraneka ragam. Sebaliknya, gambaran klinis yang sama dapat
disebabkan oleh alergi bermacam-macam obat.
Berdasarkan bentuk-bentuk klinis, kelainan kulit akibat alergi obat
itu dapat dibedakan menjadi delapan, eritema, pupura, urtikaria,
dermatitis medikamentosa, eksantem fikstum, eritema nodusum,
eritroderma serta eritema multiforme (EM).Dari semua kelainan itu, yang paling sering ditemui adalah eritema, yaitu kemerahan pada kulit akibat melebarnya pembuluh darah yang disebabkan oleh alergi obat. Sedangkan yang paling parah adalah sindrom stevens-johnson atau yang biasa disebut sebagai eritema multiforme (EM) major, yakni kelainan yang muncul akibat alergi obat dan sering menyerang lubang badan terutama mulut dan alat kelamin (laki-laki).
Untuk mengenal kelainan kulit karena alergi obat secara sistemik diperlukan anamnesis yang teliti. Dan, tentu saja harus mengenal bentuk-bentuk klinis kelainan tersebut.
Untuk
menghindarikemungkinan adanya penyakit baru maka ada beberapa hal yang
harus diperhatikan, berikut adalah cara pemakaian obat yang baik:
- Minumlah obat sesuai anjuran, pada waktu yang tepat dan sesuai jangka waktu pengobatan yang telah ditentukan. Penggunaan obat tanpa petunjuk langsung dari dokter hanya boleh untuk penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas serta keadaaan atau masalah kesehatan yang ringan. Jika anda menggunakan obat bebas atau bebas terbatas, ikutilah aturan yang tercantum pada kemasan kecuali disarankan lain oleh tenaga kesehatan.
- Penggunaan obat bebas atau obat bebas terbatas tersebut tidak dimaksudkan untuk penggunaan secara terus menerus.
- Jika anda merasa obat yang digunakan tidak memberikan manfaat atau menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan hubungi segera tenaga kesehatan terdekat.
- Berbagai jenis obat-obat jangan dicampur dalam satu wadah.
- Etiket pada wadah obat jangan dibuang karena pada etiket tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat yang penting.
- Untuk menghindari kesalahan, jangan meminum obat ditempat gelap. Bacalah cara pemakaian sebelum meminum obat juga tanggal kadaluarsanya. Jika kita terpaksa memakan obat warung maka berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:
ªJika
kita mengkonsumsi obat warung selama 3 hari berturut-turut tidak ada
perubahan maka lebih baik dihentikan dan berobat ke dokter.
ªJika
dalam jangka waktu 3 hari ada perubahan maka lanjutkan hingga sakitnya
terasa benar-benar sembuh tetapi dalam jangka waktu 1 minggu.
ªTidak boleh mengkonsumsi obat warungdalam jangka bertahun-tahun, akan menimbulkan ketergantungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar